Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label virus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label virus. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Agustus 2012

10 Virus Komputer Paling "Rajin" di Indonesia



SHUTTERSTOCK
 Virus-virus komputer yang beredar di jagat digital Indonesia dilaporkan sedikit menjinak, pada bulan Juli yang lalu.

"Selama Juli 2012 memang relatif tidak ada malware istimewa yang mampu menginfeksi demikian hebat di Indonesia. Virus DNS Changer pun sebarannya sangat kecil dan tidak terbukti seperti yang digembar-gemborkan," kata Yudhi Kukuh, Technical Consultant ESET Indonesia dalam rilis tertulis yang diterima KompasTekno.

Virus-virus muka lama masih, seperti Ramnit dan Sality masih mendominasi dan masih banyak menginfeksi komputer di Indonesia.

Meski demikian, Yudhi menyarankan pengguna komputer di Indonesia untuk selalu meng-updateaplikasi antivirus karena sekali terkena virus, akan perlu banyak usaha untuk menanganinya.

Pada Juli lalu juga terjadi pergeseran konstelasi di 10 besar malware yang terdeteksi selama bulan Juli.
toptenvirus
Berikut, adalah 10 malware yang paling banyak terdeteksi atau paling rajin menjangkiti komputer pengguna di Indonesia, selama bulan Juli 2012.

1. WIN32/Ramnit.A
Virus yang dikenal bandel, dan membuat pengguna internet terganggu. Hingga bulan Juli  lalu cukup banyak laporan komputer yang diserang oleh Ramnit. Setelah mengalami penurunan di bulan-bulan sebelumnya, Ramnit kembali bertengger di puncak sejak Mei lalu hingga Juli ini. Virus berjenis trojan ini relatif aktif dalam penyebarannya.

2. LNK/Autostart.A

LNK/Autostart.A adalah nama lain Win32/CplLnk.A, yaitu threat yang dibuat secara khusus, atau malware shortcut yang memanfaatkan celah, dan belakangan ini juga dimanfaatkan oleh varian-varian dari Win32/Stuxnet.

Ketika user membuka sebuah folder yang berisi malware shortcut dengan menggunakan aplikasi yang menampilkan shortcut icon, maka malware tersebut akan aktif secara otomatis.

Malware berkategori worm ini sempat menghebohkan, setelah kembali aktif selama beberapa hari dan terdeteksi di Amerika Serikat dan Iran. Dampak serangan worm in meluas di beberapa negara besar yaitu 58% di Amerika Serikat, 30% Iran, 4% lebih Rusia.

3. Win32/Ramnit.F
Malware berjenis trojan ini mampu meng-copy dirinya yang akan memenuhi hard drive komputer yang terinfeksi. Virus ini biasanya bersembunyi di dalam aplikasi Office, bahkan game.

Dengan kemampuannya membuka firewall dan menyamar menjadi program palsu ntuk mengumpulkan data penting seperti data transaksi, data keuangan sehingga sanagat dianjurkan untuk segera menghapus jika ditemukan adanya indikasi virus Win32/Ramnit.F ini karena potensial menghambat kerja komputer dan merusak data yang tersimpan di dalamnya.

4. Win32/Sality.NBA
Win32.Sality.NBA adalah salah satu program jahat ilegal yang ada pada Windows. Program tersebut mampu mangambil alih resource system dan memperlambat kinerja komputer.

Beberapa program sejenis seringkali muncul dalam bentuk pesan-pesan maupun banner iklan sehingga mengganggu proses kerja. Sementara itu, malware juga merusak data yang tersimpan didalam komputer.

5. Win32/Somoto.A
Sebuah program komputer dalam bentuk adware yang berbahaya. Modusnya tampil sebagai iklan, user yang tidak waspada akan meng-klik dan seketika itu juga malware Win32/Somoto.A akan menginstall malware didalam komputer korban.

Setelah berada di dalam, Somoto.A selalu memunculkan pop-up banner. Malware ini akan selalu terintegrasi dengan bugs komputer lain seperti keylogger, backdoors, dll.

Pekerjaan utama dari malware ini sebenarnya adalah merekam semua aktifitas online korban dan mengirimkan data penting korban ke komputer lain tanpa diketahui oleh si korban.

6. HTML/Iframe.B.Gen
Adalah sejenis trojan yang berbahaya, dan mampu membajak komputer berbasis Windows lalu menginstall backdoor di komputer tersebut.

Html/Iframe.B.Gen mampu mematikan software antivirus, sekaligus memonitor aktivitas browsing user, bahkan menghapus registry entries.
Kehadiran malware ini juga bisa mengakibatkan sistem operasi pada komputer tidak mampu bekerja sama sekali sehingga sangat membahayakan keamanan semua data yang tersimpan didalam komputer.

7. Win32/Ramnit.H
Malware yang memanfaatkan security flaws agar hacker pengendalinya bisa masuk dan mengambil alih komputer yang menjadi target melalui koneksi jaringan.

Ramnit.H adalah malware berjenis trojan, dimana setelah berada di dalam komputer, ia akan mengirimkan file-file berbahaya, dan melakukan aktifitas tertentu, yang berdampak pada mandeknya kinerja komputer hanya dengan menambahkan entri file ke sistem registry dan sistem operasi.

Ramnit.H juga mampu memonitor aktifitas online korban, kemudian mencuri data-data keuangan seperti data kartu kredit, password, user name. Malware ini juga mampu mematikan sistem keamanan.

8. INF/Autorun.gen
Deteksi terhadap INF/Autorun.Gen digunakan untuk menguraikan serangkaian malware yang menggunakan file autorun sebagai cara untuk mengkonfirmasi komputer-PC target yang berhasil diserang.

File tersebut berisikan informasi program yang dikembangkan untuk mampu mengeksekusi program saat perangkat bergerak (misal USB flash Disk dan perangkat lain yang sejenis diakses oleh user yang menggunakan PC berbasis Windows).

9. Win32/Virut.NBP
Win32/Virut.NBP adalah polymorphic file infector, yang terhubung dengan jaringan IRC dan dapat dikontrol dari jarak jauh.

Malware tersebut menyerang Executable file. Oleh sebab itu saat terinstall, Win32/Virut.NBP akan langsung mencari executable file dengan ekstensi .exe dan .scr.

Operasi yang dilakukan setelah terinstall adalah mengirimakan data dan perintah dari remote computer atau dari Internet. Selanjutnya remote computer akan berkomunikasi dengan server yang menggunakan IRC protocol, yaitu irc.zief.pl dan proxim.ircgalaxy.pl

10. LNK/Exploit.CVE-2010-2568
LNK/Exploit.CVE-2010-2568 adalah hasil deteksi generik untuk malware shortcut files yang dirancang khusus sehingga mampu masuk melalui celah pada Windows.

Celah CVE-2010-2568 adalah yang umum dimasuki oleh trojan dan biasanya menjadi satu bagian dari malware lain yang ikut masuk melalui celah Windows tersebut. Meski update Windows telah dilakukan untuk menambal celah CVE-2010-2568, upaya untuk memanfaatkan celah tersebut masih tetap berjalan dengan cara menjadi bagian dari bots maupun bagian dari malware lainnya dengan modus menjadi vektor infeksi.
Reade more >>

Rabu, 27 Juni 2012

Ini Dia 5 Virus Komputer Paling Berbahaya

Virus komputer dapat menjadi mimpi buruk bagi siapa pun. Flame jelas merupakan evolusi virus komputer terbaru. Bersama Stuxnet dan Duqu, Flame tak dirancang untuk menyerang pengguna komputer biasa, tetapi dirancang sebagai senjata cyberwar untuk menyerang sebuah negara.

Selain ketiga virus berbahaya di atas, terdapat ribuan virus "biasa" lain yang tak kalah berbahaya. Berikut lima virus komputer terburuk yang diciptakan untuk pengguna komputer dan internet:

1. Melissa
Perkiraan kerusakan: 1 miliar dollar AS - 1,5 miliar dollar AS

Pertama ditemukan pada tanggal 26 Maret 1999, virus Melissa (ditulis oleh David L Smith), yang juga dikenal sebagai Mailissa, Simpsons, Kwyjibo, atau Kwejeebo dapat memblokir sistem e-mail yang terinfeksi dengan virus tersebut.

Melissa pertama kali didistribusikan lewat kelompok diskusi Usenet alt.sex. Virus ini berada di dalam sebuah file yang bernama List.DOC, yang berisi password untuk akses 80 situs porno.

Ketika seorang pengguna membuka pesan e-mail tersebut, lampiran Word yang terinfeksi dengan virus Melissa akan dikirim ke 50 nama pertama dalam buku alamat pengguna secara otomatis.

2. Code Red
Perkiraan kerusakan: 2 miliar dollar AS - 2, 75 miliar dollar AS, menginfeksi lebih dari 350.000 komputer di seluruh dunia

Dirilis pada Jumat, 13 Juli 2001, worm ini memanfaatkan kerentanan buffer overflow dalam server Microsoft IIS untuk mereplikasi diri dengan memanfaatkan kerentanan yang sama di server IIS Microsoft lain. Sampai 19 Juli 2001, lebih dari 400.000 komputer telah terinfeksi oleh virus tersebut.

Buffer overflow terjadi apabila komputer tidak dapat menangani terlalu banyak informasi yang diterimanya sehingga menyebabkan shutdown.

Virus ini cukup sulit untuk dihapus karena mampu menginfeksi kembali sistem yang telah dibersihkan. Virus ini mampu menyebabkan masalah overload dan penolakan akses ke situs di seluruh dunia.

3. ILOVEYOU

Perkiraan kerusakan: 5,5 miliar dollar AS -  8,75 miliar dollar AS

Virus Love Bug ini masih dianggap sebagai salah satu virus yang paling merusak. ILOVEU mampu menginfeksi lebih dari 50 juta komputer hanya dalam sembilan hari dan menyebabkan beberapa situs militer mematikan jaringan mereka sampai virus tersebut dapat dibersihkan.

Virus ini mengakses nama kontak dari daftar Outlook Anda. Jika Anda melihat pesan e-mail "I LOVE YOU" dan membukanya, ia akan mereplikasi diri dan mengirimkan pesan lagi ke kontak Anda. Penerima yang tidak tahu apa yang terjadi akan membuka dokumen tersebut yang mengakibatkan sebagian besar file mereka ditimpa.

4. MyDoom
Perkiraan kerusakan: 4 miliar dollar AS - 22 miliar dollar AS, memperlambat kinerja internet secara global sebesar 10 persen dan waktu beban Web sampai 50 persen

Virus Mydoom, juga dikenal sebagai W32.MyDoom@mm, Novarg, Mimail.R dan Shimgapi, adalah worm yang memengaruhi kinerja Microsoft Windows.

Ia pertama kali muncul pada 26 Januari 2004 dan menjadi virus yang paling cepat menyebarkan diri (melebihi kecepatan yang ditetapkan oleh virus Sobig dan ILOVEYOU).

Pada tanggal 29 Januari 2004, Microsoft menawarkan hadiah 250,000 dollar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapan pencipta Mydoom dan sampai 1 Februari 2004, diperkirakan satu juta komputer di seluruh dunia telah terinfeksi virus Myoom.

MyDoom cukup efektif untuk menyebar diri karena penerima akan menerima e-mail peringatan tentang kegagalan dalam mengirim satu e-mail dan penerima tanpa sadar akan membukanya sehingga memicu virus tersebut.

MyDoom mengakibatkan beban yang signifikan terhadap mesin pencari seperti Yahoo dan Google dan ia juga memblokir akses ke situs Microsoft dan situs antivirus yang populer.

5. Storm Worm
Perkiraan kerusakan: 15 miliar dollar AS, 1-50 juta komputer terinfeksi di seluruh dunia

Awalnya didistribusikan dalam pesan e-mail yang berisi subyek "230 mati akibat badai Eropa", virus Storm merupakan kuda Trojan jahat yang muncul pada Januari 2007.

E-mail yang terinfeksi worm tersebut mengandung file executable. Setelah dibuka, malware tersebut secara otomatis akan terinstal, dan komputer yang terinfeksi akan menjadi bagian dari botnet (jaringan PC yang dapat dikontrol dari jarak jauh).

Pada September 2007, diperkirakan 1-50 juta komputer terinfeksi dan menjadi bagian dari botnet Storm.

Sumber : Kompas Tekno
Reade more >>

Jumat, 25 November 2011

Hati-hati, Jumlah Malware yang Mengincar Ponsel Meningkat Hingga 800 Persen


Berkembangnya tingkat penjualan ponsel nampaknya memberikan dampak yang proporsional terhadap jumlah malware yang beredar saat ini. Sebuah situs layanan security online yaitu get safe online, mengemukakan bahwa jumlah malware yang mengincar ponsel sebagai targetnya meningkat hingga 800 persen dalam kurun 4 bulan terakhir.
Berdasarkan hasil penelitian mereka yang dilakukan pada minggu ini, hampir 17 persen pemilik ponsel saat ini menggunakan smartphonenya untuk keperluan yang berhubungan dengan uang. Selain itu terdapat jumlah 22 persen para pengguna ponsel pintar mendownload paling tidak satu aplikasi baru setiap bulannya.
Terlebih saat ini banyak app store yang di dalamnya ternyata memiliki aplikasi atau software berbahaya. Malahan software berbahaya tersebut sering kali berpura-pura terlihat seperti sebuah aplikasi game bahkan tak jarang terlihat sebagai aplikasi security.
Satu kali saja malware tersebut terdownload, maka ponsel tersebut akan langsung terinfeksi. Setelah itu, malware tersebut akan melakukan panggilan, mengirim SMS, memblok SMS, voicemail, dan browsing di internet untuk mendownload konten tertentu. Malware ini juga mampu mengakses data pribadi yang tersimpan di dalam ponsel. Jadi hati-hati bagi anda yang menyimpan data-data penting di ponsel.
Untuk itu, Get Safe Online mengajurkan kepada para pemilik ponsel berhati-hati saat mendownload sebuah aplikasi. Tak lupa mereka juga mengingatkan agar sebelum mendownload, para pemilik ponsel melihat review dari aplikasi tersebut. Dan yang terakhir, selalu periksa pulsa secara reguler, jangan sampai tau-tau pulsa anda habis karena malware.
Reade more >>

Minggu, 13 November 2011

Pengguna Apple Diincar Pencuri Identitas

Screenshot halaman yang berusaha mengelabui pengguna Apple untuk memasukkan username dan passwordnya.


Pemilik produk Apple perlu berhati-hati. Telah ditemukan peredaran email phishing, yang berusaha mencuri identitas korbannya, khusus pengguna Apple.
Seperti diungkapkan Trend Micro, serangan phishing ini menargetkan pengguna Apple dengan cara berpura-pura sebagai email resmi dari Apple.  Email palsu itu memberitahukan seakan-akan ada perubahan data pribadi di account pengguna.
Bedanya dengan email yang asli, email palsu ini akan mengirimkan pengguna ke sebuah halaman yang menampilkan iklan di bagian bawah. Di halaman itu terdapat permintaan untuk memasukkan username dan password, yang jika diikuti sama saja menyerahkan kunci rumah pada maling.
Beberapa ciri email palsu dari Apple itu adalah:
  • alamat pengirim adalah do_not_reply@itunes.com via SMTP
  • link di dalam body email mengarah ke situs palsu (yang memiliki banner iklan di bawahnya)
  • tulisan kecil (fine print) email hanya menyebutkan TM and Copyright Apple Inc
Waspadai selalu email yang berhubungan dengan account Anda. Bila ada permintaan untuk memasukkan username dan password, pastikan Anda berada di halaman yang asli dan bukan sebuah situs jebakan.

Sumber : Kompas Tekno
Reade more >>

Harga Antivirus Original Semakin Murah


Tingkat kesadaran masyarakat terhadap pemakaian antivirus asli atau original pada perangkat digitalnya masih rendah. Padahal dengan menggunakan antivirus asli akan menjamin keamanan sistem dan data yang tersimpan di komputer.
Faktor keamanan menjadi sangat penting apabila komputer atau laptop Anda terhubung ke Internet. Karena di dunia maya tersebut, segala bentuk ancaman dan serangan berseliweran di sana. Sebagian besar masyarakat Indonesia sebenarnya sudah sadar pentingnya menggunakan antivirus, tetapi sayangnya lebih banyak yang memutuskan menggunakan antivirus non original alias bajakan.
Dengan menggunakan antivirus bajakan, komputer Anda tidak akan terlindungi secara maksimal. Selain tidak semua fitur keamanan bisa Anda dapatkan, update database harian, yang merupakan faktor sangat penting untuk sebuah antivirus, juga tidak akan dapatkan secara rutin.
Product Manager Astrindo Starvision selaku distributor Norton Antivirus Iwan Setiawan menjelaskan virus akan mudah tersebar akibat pengguna sering berselancar di dunia maya (online). Apalagi, pengguna perangkat digital seperti komputer, tablet hingga ponsel pintar (smartphone) tidak sering update antivirus terbaru.
"Itu lebih ke penggunanya sendiri. Kalau ingin gadgetnya aman, ya harus ambil yang asli," ujar Iwan yang ditemui KOMPAS.com di pameran Indocomtech Jakarta, Jumat (4/11/2011).
Pihak Norton sendiri membanderol harga antivirus mulai Rp 150.000 hingga Rp 540.000. Harga tersebut tergantung jumlah perangkat yang akan dilindungi sekaligus ragam fitur yang diinginkan konsumen. Bahkan, Norton juga menawarkan antivirus khusus smartphone Android.
Tidak berbeda dengan Norton, pihak Kaspersky juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya membeli antivirus asli. Cara yang dilakukan adalah menggaet pihak universitas untuk menyelenggarakan seminar-seminar tentang IT dan menjelaskan pentingnya antivirus.
"Masyarakat saat ini memang belum sadar. Padahal antivirus itu sudah seperti obat kalau kita sakit," tegas Sales Kaspersky Jack Chow.
Yang lebih penting lagi, masyarakat belum terbiasa update antivirus setiap hari. Padahal di dalam antivirus tersebut sudah tersimpan mekanisme update langsung. Sehingga pengguna tidak perlu khawatir terhadap keamanan data dalam perangkatnya.
Pihak Kaspersky sendiri membanderol harga antivirus mulai Rp 89.000 hingga Rp 3 juta. Harga tersebut disesuaikan mulai jenis kegunaan mulai dari perangkat personal hingga kalangan usaha kecil menengah (UKM).
Kaspersky sendiri juga mengkategorikan produknya seperti untuk kebutuhan online, antivirus PC biasa, antivirus untuk Mac, antivirus untuk smartphone dan korporasi.
"Harga itu sudah murah. Coba saja harga produk itu dibagi selama 365 hari. Pasti jauh lebih murah dibandingkan bayar parkir sepeda motor dalam periode yang sama," katanya membandingkan.
Norton menawarkan antivirus mulai harga Rp 150.000, Kaspersky mulai Rp 89.000, dan antivirus-antivirus lain pun telah menawarkan harga yang cukup terjangkau. Jadi sebenarnya tak ada alasan lagi untuk tidak menggunakan antivirus original, demi keamanan data-data penting Anda.
Namun, bila Anda tak ingin mengeluarkan uang untuk membeli antivirus, alternatifnya bisa menggunakan antivirus gratis, seperti AVG dan Avira. Sedikit kekurangan dari antivirus gratis ini biasanya lebih kepada support yang diberikan.

Sumber : Kompas Tekno
Reade more >>

Selasa, 25 Oktober 2011

Virus Trojan Baru Mac, Dapat Memblok Updater Proteksi Malware


Sebuah lembaga penelitian keamanan bernama F-Secure menemukan varian virus trojan baru yang menginfeksi komputer Mac. Virus dengan nama OSX/Flashback.C ini akan menyerang OS milik Apple tersebut dengan cara mendisable updater untuk komponen XProtect.
Xprotect sendiri adalah komponen built in dari OSX yang berfungsi sebagai proteksi terhadap malware. Virus ini akan menutup jalan dari Xprotectupdater file plist. Selanjutnya virus ini akan menulis ulang file XprotectUpdater dengan karakter blank. Tentu saja virus ini juga akan mengubah plist dan binarinya juga.
AKibatnya, Xprotect tidak akan dapat melakukan update secara otomatis. Dan tentu saja ini sangat berbahaya jika ada virus lain yang masuk ke komputer.

Sumber : www.beritateknologi.com/

Reade more >>

Rabu, 28 September 2011

Ini Celah Serangan Malware di Ponsel Android


foto 
TEMPO InteraktifSan Fransisco - Dua pakar teknologi informasi Jon Oberheide dan Zach Lanier berhasil memetakan dua celah serangan malware pada perangkat Android.

Sejak satu bulan terakhir, pasangan ini telah melaporkan penemuannya ke Google. Namun, hingga sekarang belum terlihat indikasi Google telah menutup celah keamanan pada sistem operasi ini.

Celah yang pertama memberikan peretas kemampuan untuk menginstalmalware secara sembunyi-sembunyi. Dikutip dari CNET, Rabu, 21 September 2011, celah ini terdapat pada semua perangkat Android, apapun versi OS-nya.

Modusnya adalah peretas menanamkanbug yang membuat pengguna meng-instal aplikasi tambahan secara otomatis tanpa seizin pengguna. Sekalimalware ini berhasil masuk, penyerang dapat meng-instal apapun sesuka mereka, sekaligus mengakses data seperti call record, pesan singkat, web browsing history, dan juga media dalam perangkat tersebut.

Celah ini mirip dengan penemuan Oberheide sebelumnya, dimana ia menaruh aplikasi pada Google Market yang menyamar sebagai paket tambahan permainan Angry Birds. Saat aplikasi ini di-instal pengguna, tiga aplikasi tambahan otomatis ter-instal dan tanpa tanda apapun, dapat memonitor nomor kontak dalam telepon, informasi lokasi, hingga pesan SMS dalam perangkat, dan data-data tersebut dapat dikirimkan ke server jarak jauh.

"Ekosistem dalam Android Market masih menjadi lahan panen untuk bug," ujar Oberheide, seperti dikutip dalam The Register. "Ada interaksi kompleks antara perangkat dengan Google Market yang bahkan menjadi lebih kompleks dan berbahaya lagi dengan adanya Android Web Market," ujarnya menambahkan.

Celah yang kedua terdapat pada Linux Kernel dan hanya menyerang produk Android tipe tertentu, seperti Samsung Nexus S. Celah ini memungkinkan penyerang untuk mendapatkan root access dan selanjutnya dapat melakukan kontrol penuh terhadap perangkat.

Oberheide menerangkan secara langsung celah-celah ini melalui video yang di-posting dalam YouTube! dengan judul "Android Vulnerabilities and SOURCE Barcelona Training". Selain itu, mereka juga akan lebih lanjut membahas masalah ini dalam training dua hari di SOURCE Barcelona pada November nanti.

Masalah celah keamanan memang menjadi satu persoalan bagi Android. Sejak debut pada 1998, The Register mencatat Android baru 16 kali melakukan update, jauh dari iOS yang telah melakukan 29 kali update dalam periode yang sama. Perangkat baru berbasis Android juga tidak serta merta menerapkan sistem operasi terbaru yang keluar.

Salah satu contoh adalah Motorola Droid, yang masih menggunakan Android 2.2.2, meski versi yang keluar pada Mei 2010 ini memiliki banyak bug yang memungkinkan penyerang untuk mencuri data penting pada perangkat.

Sumber : Tempo
Reade more >>

Advertising